Assalamualaikum Wr. Wb.
Yow agan2 yang budiman. Tulisan ini ane posting pada tanggal 2 Oktober 2012 pukul 03.53 pagi dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari siapapun (hehehe). Yep kalo agan2 liat judul di bawah ini pasti heran kenapa ane sampe2 terfikir untuk posting tulisan kek gini... Hmmm... mungkin sempet gak kepikiran, tapi ternyata ane bukan satu satunya yang terfikir hal tersebut setelah terilhami oleh seorang sahabat yg dekeeeeeeet banget (hehehe) dan akhirnya ketak-ketik jadi deh artikrl tentang pemberdayaan lelaki berikut ini yang cukup menarik untuk kita renungkan (hehehe). Monggo silahken di baca gan...
Pemberdayaan Lelaki
Gan kepikir nggak banyak kaum lelaki sekarang ini banyak yang ingin
menjadi penentu baik buruknya nasib keluarganya, nasib anak istrinya.Banyak lelaki yang masih begitu hebat dan bangga menunjuk dada sebagai penentu nasib perempuannya, sampai tidak
sedikit perempuan yang harus memukuli anaknya untuk meluapkan kemarahan
oleh sebab suaminya untuk belanja makan siang dan makan malam saja tidak
bisa dipenuhinya. Sedangkan saat mereka ingin mencari nafkah sendiri,
baik sebagai buruh cuci, sebagai pengasuh bayi, atau bahkan menjadi TKI,
nantinya malah mereka akan menerima sorot mata yang tidak mengenakkan.
Kenyataannya saat ini Lelaki masih dianggap menjadi penentu
atas nasib sekian juta wanita. Sedang banyak para lelaki untuk sebungkus
nasi saja pada hari ini tidak lagi kuasa ia cari. Mana lagi harus bicara soal
pendidikan anak, pakaian anak, kesejahteraan keluarga dan sebagainya.
Maka saya kira perlu adanya semacam kesepakatan untuk adanya institusi
Pemberdayaan Lelaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar