Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah posting artikel sebelumnya dengan judul yang sama ane nemuin lagi fakta menarik tentang wanita yg memberdayakan kaum pria gan. Simak aja deh langsung lalu koment. ^_^
PEREMPUAN MEMBERDAYAKAN LAKI-LAKI
Kolom oleh : Viddy AD Daery
Selama ini,wacana yang tersedia di dunia hubungan
laki-laki dan perempuan dalam bidang
pemberdayaan—terutama hal itu akan diperingati atau
diwacanakan kembali jika pas menjelang atau sekitar
Hari Kartini,atau boleh juga pada Hari Ibu—adalah
laki-laki atau bersama-sama antara laki-laki dan
perempuan berupaya memberdayakan perempuan.
laki-laki dan perempuan dalam bidang
pemberdayaan—terutama hal itu akan diperingati atau
diwacanakan kembali jika pas menjelang atau sekitar
Hari Kartini,atau boleh juga pada Hari Ibu—adalah
laki-laki atau bersama-sama antara laki-laki dan
perempuan berupaya memberdayakan perempuan.
Kenapa tidak ada wacana perempuan memberdayakan
laki-laki ? Padahal dalam sejarah,bahkan sebenarnya
dalam kehidupan sehari-hari sekarang,sangat banyak
kasus perempuan-perempuan perkasa yang tidak hanya
sanggup memberdayakan sesama perempuan, namun juga
berhasil memberdayakan laki-laki.
laki-laki ? Padahal dalam sejarah,bahkan sebenarnya
dalam kehidupan sehari-hari sekarang,sangat banyak
kasus perempuan-perempuan perkasa yang tidak hanya
sanggup memberdayakan sesama perempuan, namun juga
berhasil memberdayakan laki-laki.
Artinya,ada sosok atau tokoh perempuan yang berhasil
memberdayakan laki-laki yang pada mulanya hanya tokoh
yang tersembunyi,lalu diberi kesempatan oleh
perempuan,hingga laki-laki tersebut berhasil menjadi
tokoh besar di masa depan. Tanpa pemberdayaan oleh
perempuan itu,laki-laki tersebut mungkin hanya tumpas
atau menjadi tua dan mati tanpa pernah berperan besar
dalam sejarah.
memberdayakan laki-laki yang pada mulanya hanya tokoh
yang tersembunyi,lalu diberi kesempatan oleh
perempuan,hingga laki-laki tersebut berhasil menjadi
tokoh besar di masa depan. Tanpa pemberdayaan oleh
perempuan itu,laki-laki tersebut mungkin hanya tumpas
atau menjadi tua dan mati tanpa pernah berperan besar
dalam sejarah.
Salah satu yang fenomenal dalam sejarah Indonesia
adalah,ketika Ratu Majapahit,Tribhuana Tunggadewi
memberdayakan dan memberi kesempatan Gajah Mada
menjadi Mahapatih Majapahit.Gajah Mada yang pada
awalnya hanya merupakan bhayangkara biasa/tentara
pengawal raja kelahiran desa Mada,Lamongan,Jawa
Timur,akhirnya mampu mempersatukan Nusantara—mulai
wilayah Pattani ( kini masuk Thailand selatan ),
sampai yang kini disebut
Malaysia,Singapura,Indonesia,Brunei dan Timor Leste,
semua bersatu dalam payung Kerajaan Majapahit Raya.
adalah,ketika Ratu Majapahit,Tribhuana Tunggadewi
memberdayakan dan memberi kesempatan Gajah Mada
menjadi Mahapatih Majapahit.Gajah Mada yang pada
awalnya hanya merupakan bhayangkara biasa/tentara
pengawal raja kelahiran desa Mada,Lamongan,Jawa
Timur,akhirnya mampu mempersatukan Nusantara—mulai
wilayah Pattani ( kini masuk Thailand selatan ),
sampai yang kini disebut
Malaysia,Singapura,Indonesia,Brunei dan Timor Leste,
semua bersatu dalam payung Kerajaan Majapahit Raya.
SIAPA RATU TRIBHUANA TUNGGA DEWI ?
Nama asli Tribhuwana Wijayatunggadewi (atau disingkat
Tribhuwana) adalah Dyah Gitarja. Ia merupakan putri
dari Raden Wijaya dan Gayatri. Memiliki adik kandung
bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara.
Pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328) ia
diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana bergelar
Bhre Kahuripan.
Suami Tribhuwana bernama Cakradhara yang bergelar
Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir
Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja. Hayam Wuruk
kemudian diangkat sebagai yuwaraja atau Raja Muda
bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana atau Penguasa
Tanah Jawa Timur, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre
Pajang, artinya Penguasa Tanah Pajang ( Jawa Tengah ).
Menurut kitab kuno "Serat Pararaton", Jayanagara
merasa takut takhtanya terancam, sehingga ia melarang
kedua adiknya menikah. Setelah Jayanagara meninggal
tahun 1328, para ksatriya pun berdatangan melamar
kedua putri. Akhirnya, setelah melalui suatu
sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara
sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai
suami Dyah Wiyat.
Pemerintahan Tribhuwana
Menurut kitab kuno "Negarakretagama" alias "Desa
Warnana", Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya
(Gayatri) tahun 1329 menggantikan Jayanagara yang
meninggal tahun 1328. Ketika Gayatri meninggal dunia
tahun 1350, pemerintahan Tribhuwana pun berakhir
pula,digantikan putranya,Hayam Wuruk alias
Rajasanegara.
Berita tersebut menimbulkan kesan bahwa Tribhuwana
naik takhta mewakili Gayatri. Meskipun Gayatri
hanyalah putri bungsu Kertanagara, tapi mungkin ia
satu-satunya yang masih hidup di antara istri-istri
Raden Wijaya sehingga ia dapat mewarisi takhta
Jayanagara yang meninggal tanpa keturunan. Tetapi saat
itu Gayatri telah menjadi pendeta Buddha, sehingga
pemerintahannya pun diwakili putrinya, yaitu
Tribhuwana Tunggadewi.
Menurut Negarakretagama, Tribhuwana memerintah
didampingi suaminya, Kertawardhana. Pada tahun 1331 ia
menumpas pemberontakan daerah Sadeng dan Keta,dibantu
tentara Bhayangkara yang sedang naik daun bernama
Gajah Mada. Setelah berhasil menumpas pemberontakan
Sadeng dan Keta ( Lumajang ), maka Tribhuana
Tunggadewi semakin terpesona kepada kemampuan politik
Gajah Mada,lalu diberinya jalan untuk melejitkan
karir,mula-mula diberi kesempatan sebagai Patih Desa
Daha,lalu dipindah menjadi Patih Kota Kediri,dan
akhirnya diangkat menjadi Patih Ibukota Negara
Majapahit dan bahkan akhirnya menjadi Mahapatih atau
Perdana Menteri.
GAJAH MADA
Dan siapa yang tidak mengenal Gajah Mada ? Mahapatih
Majapahit yang orang biasa kelahiran desa
Mada,Lamongan,Jawa Timur ketika Majapahit diperintah
Ratu Tribhuana Tungga Dewi. Saat itu kerajaan
menghadapi pemberontakan Ra Kuti.
Gajah Mada saat itu melamar menjadi Pasukan
Bhayangkara,dan akhirnya mampu menjadi Kepala Pengawal
Raja, membawahi seluruh pasukan Majapahit.
Ia diberi mandat untuk menumpas pemberontak, meredam
disintegrasi. Dengan
keahlian di sektor polkam dan keahlian olah
keperajuritan serta strategi
militer, Gajah Mada mampu menumpas pemberontak.
Orang pertama Majapahit adalah Ratu Tribhuana Tungga
Dewi, tetapi setelah Gajah Mada diangkat sebagai
Mahapatih alias Perdana Menteri, yang menjalankan roda
pemerintahan adalah Mahapatih Gajah Mada. Tapi, Gajah
Mada bukan orang yang haus kekuasaan. Ambisinya hanya
mengabdi kepada negara, mempersatukan Bhumi Majapahit.
Untuk membuktikan kesetiaannya, ia bersumpah
tidak akan memiliki keturunan agar di kemudian hari
kebesaran namanya tidak
dimanfaatkan anak keturunannya.
Tribhuana Tungga Dewi digantikan Hayam Wuruk yang
ketika dilantik menjadi Raja
Majapahit, usianya sekitar 20 tahun. Kembali Gajah
Mada berperan mendampingi
raja muda. Dalam bimbingannya, Hayam Wuruk mencapai
puncak kejayaan Majapahit.
Tribhuwana) adalah Dyah Gitarja. Ia merupakan putri
dari Raden Wijaya dan Gayatri. Memiliki adik kandung
bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara.
Pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328) ia
diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana bergelar
Bhre Kahuripan.
Suami Tribhuwana bernama Cakradhara yang bergelar
Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir
Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja. Hayam Wuruk
kemudian diangkat sebagai yuwaraja atau Raja Muda
bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana atau Penguasa
Tanah Jawa Timur, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre
Pajang, artinya Penguasa Tanah Pajang ( Jawa Tengah ).
Menurut kitab kuno "Serat Pararaton", Jayanagara
merasa takut takhtanya terancam, sehingga ia melarang
kedua adiknya menikah. Setelah Jayanagara meninggal
tahun 1328, para ksatriya pun berdatangan melamar
kedua putri. Akhirnya, setelah melalui suatu
sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara
sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai
suami Dyah Wiyat.
Pemerintahan Tribhuwana
Menurut kitab kuno "Negarakretagama" alias "Desa
Warnana", Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya
(Gayatri) tahun 1329 menggantikan Jayanagara yang
meninggal tahun 1328. Ketika Gayatri meninggal dunia
tahun 1350, pemerintahan Tribhuwana pun berakhir
pula,digantikan putranya,Hayam Wuruk alias
Rajasanegara.
Berita tersebut menimbulkan kesan bahwa Tribhuwana
naik takhta mewakili Gayatri. Meskipun Gayatri
hanyalah putri bungsu Kertanagara, tapi mungkin ia
satu-satunya yang masih hidup di antara istri-istri
Raden Wijaya sehingga ia dapat mewarisi takhta
Jayanagara yang meninggal tanpa keturunan. Tetapi saat
itu Gayatri telah menjadi pendeta Buddha, sehingga
pemerintahannya pun diwakili putrinya, yaitu
Tribhuwana Tunggadewi.
Menurut Negarakretagama, Tribhuwana memerintah
didampingi suaminya, Kertawardhana. Pada tahun 1331 ia
menumpas pemberontakan daerah Sadeng dan Keta,dibantu
tentara Bhayangkara yang sedang naik daun bernama
Gajah Mada. Setelah berhasil menumpas pemberontakan
Sadeng dan Keta ( Lumajang ), maka Tribhuana
Tunggadewi semakin terpesona kepada kemampuan politik
Gajah Mada,lalu diberinya jalan untuk melejitkan
karir,mula-mula diberi kesempatan sebagai Patih Desa
Daha,lalu dipindah menjadi Patih Kota Kediri,dan
akhirnya diangkat menjadi Patih Ibukota Negara
Majapahit dan bahkan akhirnya menjadi Mahapatih atau
Perdana Menteri.
GAJAH MADA
Dan siapa yang tidak mengenal Gajah Mada ? Mahapatih
Majapahit yang orang biasa kelahiran desa
Mada,Lamongan,Jawa Timur ketika Majapahit diperintah
Ratu Tribhuana Tungga Dewi. Saat itu kerajaan
menghadapi pemberontakan Ra Kuti.
Gajah Mada saat itu melamar menjadi Pasukan
Bhayangkara,dan akhirnya mampu menjadi Kepala Pengawal
Raja, membawahi seluruh pasukan Majapahit.
Ia diberi mandat untuk menumpas pemberontak, meredam
disintegrasi. Dengan
keahlian di sektor polkam dan keahlian olah
keperajuritan serta strategi
militer, Gajah Mada mampu menumpas pemberontak.
Orang pertama Majapahit adalah Ratu Tribhuana Tungga
Dewi, tetapi setelah Gajah Mada diangkat sebagai
Mahapatih alias Perdana Menteri, yang menjalankan roda
pemerintahan adalah Mahapatih Gajah Mada. Tapi, Gajah
Mada bukan orang yang haus kekuasaan. Ambisinya hanya
mengabdi kepada negara, mempersatukan Bhumi Majapahit.
Untuk membuktikan kesetiaannya, ia bersumpah
tidak akan memiliki keturunan agar di kemudian hari
kebesaran namanya tidak
dimanfaatkan anak keturunannya.
Tribhuana Tungga Dewi digantikan Hayam Wuruk yang
ketika dilantik menjadi Raja
Majapahit, usianya sekitar 20 tahun. Kembali Gajah
Mada berperan mendampingi
raja muda. Dalam bimbingannya, Hayam Wuruk mencapai
puncak kejayaan Majapahit.
Itulah balasan luar biasa Mahapatih Gajah Mada,orang
besar Nusantara,kepada Ratu Tribhuana Tunggadewi,yang
telah "memberdayakannya",sehingga dari orang
kecil,rakyat biasa,atau prajurit rendahan,hingga mampu
menggapai pangkat tinggi,hanya demi bakti kepada
negara,nusa dan bangsa!Itulah hasil pemberdayaan
laki-laki oleh perempuan yang bijaksana!
besar Nusantara,kepada Ratu Tribhuana Tunggadewi,yang
telah "memberdayakannya",sehingga dari orang
kecil,rakyat biasa,atau prajurit rendahan,hingga mampu
menggapai pangkat tinggi,hanya demi bakti kepada
negara,nusa dan bangsa!Itulah hasil pemberdayaan
laki-laki oleh perempuan yang bijaksana!
SALAM KOMANDO SECURITY...!
ADMIN@MIRWAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar